Wednesday, January 26, 2011

news

hey, there!

udah hampir dua bulan sejak posting terakhir. dan sampai sekarang baru ada update lagi dari gue, Anastasia.
sebagaimana udah diberitahukan dulu, blog ini ada dikarenakan tugas Tinjauan Desain (TD). kalau dosen TD gue gak kasih tugas mingguan ini, percayalah blog ini gak akan pernah dibuat seumur-umur. gue pribadi, gak akan pernah terpikir untuk membuat blog semacam ini, yang membahas modernisme, di mana pokok bahasannya sama sekali jauh dari obrolan sehari-hari gue.

tapi, setelah lewat beberapa waktu (dimana blog ini menjadi kurang terurus), gue berpikir, "sayang banget kalau blog ini gak dilanjutin. isinya informatif dan karena udah 'keluar' dari tugas, otomatis postingannya juga gak akan formal-formal banget. gue juga akan lebih enjoy nulisnya."
di samping itu, yang benar-benar menginspirasi gue untuk melanjutkan blog ini adalah gue ternyata menemukan sangat banyak aplikasi modernisme. bukan hanya satu bidang, tetapi banyak bidang. jadi, walaupun mungkin postingan-postingan selanjutnya gak akan seberbobot postingan terdahulu (dimana dikerjakan berenam, dan teman-teman gue cukup expert mengerjakannya), gue akan tetap melanjutkan blog ini.

so, i hope you guys keep reading this blog.
dan semoga postingan-postingan selanjutnya tetap bermanfaat buat kalian :)

Wednesday, December 1, 2010

Ringkasan Materi

Modernisme muncul pada tahun 1910. Modernisasi terbentuk karena urbansasi dan industrialisasi. Modernisme indentik dengan mesin, hal ini bertentangan dengan seni handmade. Modernisme membentuk kekuatan manusia dengan teknologi dll. Perubahan yang signifikan terjadi saat modernisme diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari telepon dll.

Salah satu perkembangan dari modernisasi adalah munculnya Bauhaus pada tahun 1919-1933. Bauhaus adalah sekolas seni dan desain Jerman yang didirikan oleh Walter Gropius dan Ludwig Mies van der Rohe dan meliputi bidang seni, arsitektur, desain, dan kriya. Gaya Bauhaus lebih mementingkan fungsi daripada hiasan, sesuai dengan konsep Gropius “forms follow functions”.
Bauhaus adalah gabungan sekolah seni Grand Ducal Saxon School of Art and Crafts dan Grand Ducal Saxon Academy of Fine Arts. Awalnya Bauhasu berlokasi di Weimar, kemudian berpindah ke Dessau, dan akhirnya Berlin. Bauhaus tutup tidak lama setelah dipindahkan ke Berlin oleh Nazi pada tahun 1933, karena dianggap sebagai komunis

Modernisme dalam perkembangannya banyak menuai pro dan kontro. Berikut ini ulasan singkat mengenai dampak modernisme
Positif :
-kemajuan dalam bidang transportasi dan elektronik : adanya kendaraan bermotor, AC, TV, radio
-kemudahan dalam berkomunikasi : HP, social network
-kemudahan dalam mencari informasi : internet
-majunya pembangunan : membuka lapangan pekerjaan

 Negatif :
-polusi udara : asap-asap dari kendaraan bermotor
 -global warming: penggunaan AC yang terus menerus dan asap kendaraan menyebabkan lapisan ozon smakin menipis
-sibuk dengan dunia sendiri : dengan adanya HP dan blackberry, orang-orang sibuk bermain dengan alat tersebut dan tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya
 -konsumtif : banyaknya barang-barang yang diciptakan menarik konsumen untuk terus membeli
-individualistik : kemajuan teknologi yang memudahkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari membuat orang tidak memerlukan orang lain di sekitarnya
-perngrusakan alam : pembangunan besar-besaran dan tidak memperdulikan dampaknya bagi alam. Contoh : hutan, laut, dll
-ledakan penduduk : majunya pembangunan membuat masyarakat desa berbondong-bondong mencoba peruntungan di kota besar
-kriminalitas : tuntutan hidup yang smakin mahal membuat orang melegalkan segala cara untuk bertahan hidup

Banyak karya-karya seni masa kini yang mengadaptasi aliran modernisme ini. Di antaranya adalah dalam arsitektur dan desain interior. Saat ini arsitektur dan interior minimalis merupakan adaptasi dari modernisme, karena konsepnya sederhana dan cocok untuk gaya hidup masyarakat kota yang sibuk. Didominasi garis-garis dan warna yang cenderung tidak ‘meriah’, memberikan kesan elegan tersendiri. Demikian pula aplikasi modernisme di bidang lain, misalnya teknologi, otomotif, fashion, dan lain sebagainya.





Pada saat orang-orang umum ditanya, “apakah post-modernism ?”, banyak yang tak mengerti apa maksud sebenarnya. Filosofer Bruce Allis Benson mengatakan betapa susahnya memberikan definisi yang jelas akan post-modernism karena banyak yang memiliki opini tersendiri. Menurut editor kultural majalah World Gene Edward Veith, Jr post-modernism adalah apa yang kita alami setelah modernism berakhir. Dan filosofer Angus Menuge mengatakan bahwa post-modernism adalah sebuah dunia yang kita asosiasikan dengan bangkitnya dunia sains modern. Masyarakat percaya akan kemajuan, peran manusia atau sebuah ide bahwa sebuah alasan dapat memberikan kita jawaban akan penyembuhan terhadap segala macam penyakit, sampai dapat membuat kita menaruh keyakinan kita akan Tuhan pada urutan kedua. Tetapi sekarang di abad 21 ini, pendapat-pendapat tersebut sudah ketinggalan jaman. Angus berkata jika modernism di gambarkan seperti saat dimana manusia membangun menara Babel untuk sampai ke langit dan menggantikan Tuhan, maka post-modernism menggambarkan menara Babel yang ada saat orang tidak lagi memiliki kemampuan untuk berkomunikasi karena tidak ada bahasa yang umum ataupun penempatan diri di awal. Para ilmuwan mengatakan bahwa post-modernism adalah tingkah manusia terhadap klaim akan kebenaran, terlebih tingkah mencurigai terhadap klaim yang sebenarnya bertujuan untuk mengontrol masyarakat. Kuota dari seorang filosofer asal Perancis Jean Francois Lyotard juga setuju akan definisi tersebut, dengan menyebutnya “Incredulity toward metanarratives”. Metannaratives sendiri dalam bahasa Perancis berarti berita besar, contohnya seperti berita besar saat kita dapat mengetahui kebenaran karena suatu alasan, atau saat kita mengatakan bahwa kita memiliki pengobatan modern yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Profesor komunikasi Bill Romanowski mengatakan bahwa kebanyakan orang mendefinisikan post-modernism sebagai naratif seseorang yang ditolak. Menurutnya post-modernism masih terbuka akan definisi-definisi lain karena belum tentu bahwa post-modernism adalah sebuah era ato transisi dari 1 era ke era berikutnya. Tentunya sampai sekarang belum ada orang yang benar-benar bisa menyatakan bahwa dirinya adalah seorang ahli dalam era post-modernism, sebab kita tidak dapat menentukan adanya kebenaran yang objektif.

Tuesday, November 30, 2010

Tokoh-Tokoh

ANDY WARHOL
Andy Warhola, yang lebih dikenal dengan nama Andy Warhol adalah seorang seniman abad modern dari Amerika. Lahir pada 6 Agustus 1928, Andy Warhol meninggal 22 Februari 1987 pada umur 58 tahun. Beliau adalah seorang seniman, sutradara, dan penulis Amerika, yang juga adalah figure terkenal dari pergerakan seni visual (dikenal sebagai pop art) yang memuncak pada tahun 1950an. Andy Warhol memulai kariernya sebagai seorang ilustrator komersial. Setelah kesuksesan iklan sepatu untu I. Miller, Warhol menjadi terkenal. Karya beliau pertama kali dipamerkan di galeri seni Ferus Gallery di Los Angeles pada tahun 1962, menampilkan karyanya yang berjudul “32 Campbell’s Soup Cans” (1961-1962).
Beberapa karya Andy Warhol tidak berupa lukisan, tapi terwujud dalam rupa cetakan sablon. Dan karya-karya Warhol yang terkenal, selain karya publikasi pertamanya, adalah potret-potret ikonik selebritis abad 20, seperti Marilyn Monroe, Elvis Presley, Jacqueline Kennedy Onassis, Judy Garland, dan Elizabeth Taylor. Selain itu, Warhol juga menghasilkan karya yang digunakan sebagai cover album music rock The Velvet Underground and Nico (1967) yang menampilkan gambar sebuah pisang.
Karya termahal Warhol berjudul Eight Elvises (1963, kanvas) berharga $100 juta, yang menempatkannya sejajar dengan beberapa seniman hebat lainnya, seperti Jackson Pollock, Pablo Picasso, Vincent van Gogh, Pierre-Auguste Renoir, Gustav Klimt, dan Willem de Kooning. 
Saat ini, terdapat The Andy Warhol Museum yang terdapat di Pittsburgh, Pennsylvania, tempat kelahirannya. Museum ini dijadikan sebagai peringatan dari hidup dan karya-karyanya.

Dalam sebuah kesempatan, Warhol berkata kepada para reporter :

Everyone will be famous for 15 minutes.  


Tokoh-tokoh

Terdapat beberapa tokoh yang mendukung modernisme, antara lain;


ANTONIO GAUDI (arsitek)
Dilahirkan di Reus tahun 1852. Karya-karyanya banyak terinspirasi dari pemandangan laut. Gaudi dikenal dengan gerakan catalan modernismo pada akhir abad 19, dan gaya art nouveau.Salah satu karya arsitekturnya yang terkenal dan bergaya modernisme adalah sebuah apartemen The Casa Mila. SAgrada Familia Church di Barcelona juga merupakan sebuah masterpiece dari Antonio Gaudi


LE CORBUSIER (arsitek)
Dilahirkan pada 6 Oktober 1887 di LaChaux-de-Fonds, Switzerland. Merupakan anak kedua dari pelukis dan musisi. Karya arsitekturnya terdapat di empat benua, 11 negara. Karya pertamanya adalah Villa Pallet pada tahun 1907. Corbusier dikenal sebagai orang pertama yang menyadari pengaruh mobil terhadap bentuk dan rancangan pemukiman manusia. Ia tidak menyukai segala bentuk lukisan hias atau ornamentasi pada bangunan, dan pernah mengatakan bahwa semua bangunan seharusnya berwarna putih. Beberapa karya lainny yang terkenal adalah: kursi Chaise Lounge 'LC4', Usine Claude et Duval (1948-1951), Villa Weissenhofsiedlung(Stuttgart)
Villa Weissenhofsiedlung(Stuttgart)




SANTIAGO Rusiñol (seniman)
Lahir di Barcelona pada tahun 1861. Awalnya ia bekerja untuk perusahaan textil keluarga, namun ia memutuskan untuk menjadi seorang seniman pada masanya. Merupakan salah seorang tokoh artnouveau yang terkenal.


SUMBER: http://www.modernisme.com/Artistes.html
                   http://architect.architecture.sk/le-corbusier-architect/le-corbusier-architect.php
                   http://www.gaudiallgaudi.com/AP002.htm





Dibalik modernisme yang sedang berkembang, lahir aliran baru yaitu post-modern yang menentang keberadaan modernisme, diantaranya:


JEAN FRANCOIS LYOTARD
Lahir pada tahun 1924 di Versailles, sebuah kota kecil di paris selatan.
ia menggarap karya yang berjudul "The Postmodern Condition" sebagai kritikan atas karya "The Grand Narrative" yang dianggap sebagai dongeng hasil karya modernitas. 


SUMBER: http://pemasaran.wikispaces.com/file/view/tugas+f.pdf


Wednesday, November 24, 2010

Aplikasi Modernisme : Desain Interior Minimalis

Modernisme identik dengan segala sesuatu yang instant, simpel, dan lebih mengedepankan fungsi dibandingkan dengan estetis. Namun dalam kemajuan perkembangan zaman, aplikasi nilai-nilai modernisme diterapkan hingga kini, yaitu pada desain interior minimalis yang beberapa tahun belakangan ini marak dan digemari banyak kalangan baik tua maupun muda.


Desain interior minimalis sangat cocok dengan gaya modernisme. Mengapa? Karena area perumahan yang kecil pun dapat menerapkan desain interior minimalis. Terutama dengan boomingnya apartemen saat ini. Selain itu furniture yang dipergunakan pun cenderung simpel dan tidak menambah kesan 'penuh' terhadap ruangan, sehingga ruangan tampak lapang (lega, memiliki banyak ruang). Dan yang tidak kalah penting, meskipun dengan desain yang minimalis, rumah tetap nyaman ditempati. Hal ini sama seperti prinsip desain yang pernah dicetuskan, yakni mengenai Less is More. Konsep minimalis ini juga cocok untuk masyarakat yang saat ini berada dalam era globalisasi yang perlu tempat yang nyaman untuk tinggal, namun juga tidak memerlukan biaya lebih ataupun perawatan rumah yang lebih mengingat tingginya biaya hidup saat ini. Konsep minimalis ini dirasa sangat sesuai dengan pola atau gaya hidup masa kini.

Desain interior minimalis didominasi oleh garis-garis vertikal dan horizontal (yang dapat diterapkan dalam bentuk furniture atau pagar rumah misalnya) dengan warna dasar yang lembut seperti putih, krem pastel, dsb. Selain itu juga bentuk furniture yang tidak terlalu rumit, memiliki banyak motif ataupun bentuk.(kebanyakan didominasi garis-garis baik vertikal, horizontal,  diagonal, dan lengkung) sehingga menonjolkan kesan simpel.

Polusi Udara

Seperti yang kita lihat pada awalnya masyarakat berjalan kaki untuk menempuh suatu jarak, lalu modernisasi mulai menjangkit dan terciptalah sepeda. Sepeda mempermudah masyarakat untuk mencapai tujuan. Akan tetapi modernisasi tidak berhenti begitu saja. Terciptalah kendaraan bermotor contohnya mobil dan motor. Kendaraan ini sangat mempermudah masyarakat. Tidak perlu berlelah-lelah lagi berjalun atau mengayuh sepeda. Hanya dengan memutar atau menekan pedal gas kita sudah dapat mencapai tempat yng kita tuju. Apakah modernisasi ini tidak menimbulkan dampak? Tentu saja banyak dampak yang timbul, seperti Polusi udara.Transportasi bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Transportasi darat memberikan kontribusi signifikan terhadap setengah dari total emisi dengan konsentrasi utama di daerah lalu lintas yang padat dimana pencemaran udara hampir melampaui standart kualitas udara. Polusi udara berdampak sangat tidak baik bagi kesehatan kita sendiri. Banyak timbul penyakit - penyakit yang dapat dengan mudahnya menjangkit tubuh manusia. Apalagi yang berhubungan dengan sistem pernafasan. Inilah salah satu dampak dari suatu modernisasi yang memberikan kita kenyamanan dan keinstanan. Akan tetapi dibalik itu semua kita juga akan merasakan suatu kerugian. Masi begitu banyak hal - hal yang sangat praktis dan menguntungkan akan tetapi memberikan efek buruk. Salah satu contoh lagi AC. Pada awalnya kita menggunakan kipas yang hanya digerakkan oleh tangan, modernisasi mulai merubah dan mengolah pola pikir manusia sehingga terciptalah kipas angin. Ternyata itu saja tidak cukup. Maka terciptalah AC. AC memberikan kenyamanan dengan udara yang dingin apalagi didaerah kota yang panas seperti Jakarta AC sangat penting. Akan tetapi apakah AC tidak memberikan dampak negatif? Tentu saja AC un memberikan dampak negatif. AC menggunakan Freon. Dan freon tersebut dapat membuat lapisan atmosfer bumi menipis dan seerti yang kita rasakan saat ini bumi semakin panas. Modernisasi sudah memberikan efek negatif pada pemanasan global. 




Source : http://www.docstoc.com/docs/48569492/POLUSI-UDARA-AKIBAT-AKTIVITAS-KENDARAAN-BERMOTOR-DI-JALAN-PERKOTAAN

Wednesday, November 17, 2010

Dampak Modernisasi

Konsep modernisasi berasal dari pandangan masyarakat sebagai pola evolusi standar, seperti yang dijelaskan dalam teori evolusionisme sosial. Menurut masyarakat masing-masing akan pasti berkembang dari barbarisme ke tingkat pembangunan dan peradaban yang semakin besar. Semakin banyak negara-negara modern akan menjadi kaya dan lebih kuat, dan warga negara mereka lebih bebas dan memiliki standar hidup yang lebih tinggi. Ini adalah tampilan standar dalam ilmu sosial selama beberapa dekade dengan advokasi terdahulunya yang Talcott Parsons. Teori ini menekankan pentingnya masyarakat bersikap terbuka untuk berubah dan melihat kekuatan reaksioner sebagai membatasi pembangunan. Mempertahankan tradisi demi tradisi itu dianggap berbahaya bagi kemajuan dan pembangunan.
Pendekatan ini telah banyak dikritik, terutama karena modernisasi tercampur dengan westernisasi. Dalam model ini, modernisasi suatu masyarakat dibutuhkan penghancuran budaya asli dan penggantinya dengan yang lebih kebarat-baratan. Secara teknis modernitas hanya mengacu pada masa kini, dan setiap masyarakat masih ada karena itu adalah yang modern. Pendukung modernisasi biasanya hanya melihat masyarakat Barat sebagai benar-benar modern dengan membandingkan dengan orang lain primitif atau unevolved. Pandangan ini melihat masyarakat unmodernized sebagai inferior bahkan jika mereka memiliki standar hidup yang sama dengan masyarakat barat. Para penentang pandangan ini berpendapat modernitas dapat berarti independen dari budaya dan dapat disesuaikan dengan masyarakat apapun. Jepang dikutip sebagai contoh oleh kedua belah pihak. Beberapa melihatnya sebagai bukti bahwa cara benar-benar hidup modern dapat eksis dalam masyarakat non-barat. Lainnya berpendapat bahwa Jepang telah menjadi jelas lebih barat sebagai akibat dari modernisasi. Selain itu, pandangan ini dituduh Eurocentric, seperti modernisasi dimulai di Eropa dan telah lama dianggap mencapai tahap yang paling maju di Eropa (dengan Eropa), dan di Eropa luar negeri (Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru dll).
Menurut teori Peter Wagner Sosial (Social teori), modernisasi dapat dilihat sebagai proses, dan sebagai serangan. Pandangan yang dulu ini umunya diproyeksikan oleh para politisi dan media, dan menunjukkan bahwa hal tersebut adalah perkembangan, seperti teknologi data baru atau hukum tanggal, yang membuat modernisasi diperlukan atau dapat membuat lebih baik. Pandangan ini membuat kritik modernisasi sulit, karena ini menunjukkan bahwa perkembangan tersebut yang mengendalikan batas interaksi manusia, dan bukan sebaliknya. Pandangan modernisasi yang buruk yang terakhir berpendapat bahwa baik perkembangan dan kesempatan yang diubah disediakan oleh perkembangan ini, yang dibentuk dan dikendalikan oleh agen manusia. Pandangan modernisasi sebagai serangan karena melihatnya sebagai produk dari perencanaan dan tindakan manusia, sebuah proses aktif yang mampu berubah dan dikritik. Modernisasi merupakan salah satu kemungkinan kejadian yang paling berpengaruh dalam masyarakat.

PEMBANGUNAN
Ketika kita menggunakan kata pembangunan kita menyiratkan proses atau gerakan, mungkin ke depan, ke atas atau secara umum terhadap sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi ini segera memunculkan segala macam pertanyaan. Ambil kasus orang di desa yang telah menghabiskan hari memancing. Hari ini, di banyak bagian Pasifik dia bertanggung jawab untuk membawa hasil tangkapannya ke rumahnya untuk memberi makan keluarga sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mungkin merasa berkewajiban untuk berbagi hasil tangkapannya dengan seluruh kelompok keturunan dan mungkin sebagian desa juga. Dengan standar masa kini nelayan bisa disebut provident dan giat untuk memberikan protein murah bagi keluarganya; oleh norma-norma kemarin dia akan dihakimi pelit karena gagal untuk berbagi menangkap dengan lingkaran luas terhadap siapa ia diwajibkan. Dimana norma-norma yang harus ia dihakimi?

Hal ini menjadi masih lebih rumit ketika kita mempertimbangkan kemungkinan lain. Misalkan cara pria itu membuang ikan itu terikat erat dengan nilai-nilai lain dan sikap yang pengaruh modernisasi. Misalkan nilai-nilai yang sama yang menyebabkan dia untuk membatasi distribusi ikan nya juga mengatakan bahwa ia akan menghindari memukuli istrinya, mengirim putrinya ke sekolah dan mengambil tindakan disipliner terhadap hukum-saudara yang bekerja di bawah dia di biro pemerintah . Apakah ini pola nilai-nilai untuk mana manusia sekarang mengikuti merupakan pengembangan asli atau regresi? Bagaimana jika perubahan ekstrim yang melemahkan kelompok kerabat yang luas itu juga bertanggung jawab atas kebebasan individu lebih besar dan visi yang terlihat di luar batas-batas desa untuk pertama kalinya? Dilema etis modernisasi tidak menghasilkan jawaban yang mudah.

Dalam mengambil tema sulit dari etika pembangunan, ada tiga bangunan penting yang harus kita tetap tegaskan dalam pikiran. Pertama, karena pembangunan adalah proses atau gerakan, kita harus ingat untuk bertanya secara relevan : di mana kita berasal? dimana kita sekarang? dan kemana kita menuju? Bahayanya adalah bahwa mengabaikan yang pertama dan terakhir, kami dapat memfokuskan secara eksklusif di mana kita sekarang. Hanya ketika kita mempertimbangkan ketiganya kita bisa membuat penilaian etis yang memadai terhadap pembangunan.

Hal kedua yang perlu diingat adalah bahwa perubahan terjadi sedikit demi sedikit dan jarang terjadi dalam isolasi. Modernisasi melibatkan elemen yang tidak terlalu diskrit seperti kumpulan sikap yang saling berhubungan dan nilai-nilai yang utuh. Seorang lenih memilih membeli yang dunia sebut "pengembangan" atau "modernisasi" dengan jumlah banyak di grosir daripada hanya membeli satu barang. Ini bukan untuk mengatakan bahwa orang-orang di jalan untuk pembangunan ditakdirkan untuk menjadi salinan karbon negara-negara industri di dunia. Mereka memiliki pilihan nyata. Tapi setiap pilihan yang dibuat mensyaratkan berbagai elemen lainnya yang tersirat didalam dan terkait dengan yang pertama, meskipun mereka tidak dapat dianggap sebagai tersebut di tampilan luarnya. Sebuah pilihan bagi perekonomian uang, misalnya, menyiratkan lebih dari sebuah keputusan untuk mengganti barter dengan media tunggal tukar, seperti yang kita ketahui. Hal yang sama dapat dikatakan rekening bank dan kulkas, orang-orang yang menawarkan sarana melestarikan sumber daya yang sebelumnya akan harus didistribusikan segera.

Jika hal ini tampak terlalu fatalistik, maka baik untuk mengingat premis ketiga kami. Tahun yang lalu itu adalah sebuah trend untuk antropolog budaya menganggap masyarakat atau kebudayaan sebagai mesin yang kompleks, seperti jam kuno, di mana setiap bagian saling terkait. Sebuah perubahan pada salah satu bagian yang selalu akan berubah, dan sering merusak, fungsi seluruh mesin. Akhir-akhir ini kita harus menyadari bahwa masyarakat adalah sebagai organik sebagai orang-orang yang membentuk mereka. Seperti tubuh manusia, masyarakat bisa beradaptasi dengan tegangan dan perubahan di lingkungan mereka dan bahkan untuk virus dan bakteri yang menyerang pekerjaan dalamnya. Masyarakat, kemudian, mampu menyembuhkan diri mereka sendiri. Dan mereka bisa melakukannya bahkan ketika mereka dapat mempertahankan kekhasan mereka sendiri.

Dengan pemikiran ini, kemudian, saya ingin menjelaskan tiga daerah perubahan yang luas dimana modernisasi membawa untuk masyarakat pulau, setidaknya mereka yang berada di Mikronesia. Harapan saya, tentu saja, adalah bahwa setidaknya sebagian dari ini akan memiliki aplikasi untuk masyarakat di Papua New Guinea juga. Kami pertama-tama akan memeriksa kelompok kerabat atau kesetiaan suku yang bertentangan dengan tuntutan negara. Kemudian kita akan mengambil ketegangan antara keluarga inti dan keluarga besar. Akhirnya, kita akan melihat hubungan antara kedua jenis kelamin karena mereka telah diubah dalam beberapa tahun terakhir.


Sumber : wiki.answers.com/Q/What_are_the_effects_of_modernization